Nunukan, SIMP4TIK - Muhammad Wan Ismail menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini diikuti oleh 17 calon relawan sebagai upaya membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kepalangmerahan.
Wan Ismail mengungkapkan motivasinya mengikuti Diksar PMI berangkat dari keinginannya untuk terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan. Ia mengaku senang membantu sesama secara sukarela dan menilai bergabung dengan PMI dapat mempermudah aksesnya untuk menjadi relawan yang aktif dan terarah.
Selain itu, ia juga berharap melalui PMI dapat memperoleh pengalaman serta keterampilan yang berguna untuk masa depan. Menurutnya, menjadi relawan tidak cukup hanya dengan niat baik, tetapi juga harus dibekali dengan pendidikan dan pengetahuan yang memadai.
“Menurut saya Relawan juga harus terdidik, Karena itu saya rasa kegiatan Diksar ini sangat tepat untuk menambah wawasan dan pemahaman kita,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (25 /1/2026).
Setelah mengikuti pelatihan, Wan Ismail menilai tidak ada tantangan yang terlalu signifikan. Namun ke depan, ia mengakui pembagian waktu antara kegiatan PMI dan jam kuliah bisa menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia optimistis hal tersebut dapat diatasi dengan manajemen waktu yang baik.
Teks/Foto : Martin Ola (Tim Publikasi PALANG MERAH INDONESIA )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom