Nunukan, SIMP4TIK – Kepala Badan Pusat  Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, SST, menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten ini masih tergolong rendah, terutama karena faktor pendidikan.

“IPM kita paling rendah, pertanyaannya, kenapa bisa begitu? Padahal di nunukan ada kampus, ada Sekolah Tinggi, tapi kalau kita lihat, tingkat sekolah masyarakat hanya sampai SMP. Nah, ini yang menjadi pemicu rendahnya IPM,” ujar Iskandar, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, rendahnya tingkat pendidikan bukan karena ketiadaan fasilitas, tetapi lebih kepada tantangan geografis dan akses.

“Kalau kita lihat di wilayah luar, seperti Lumbis Pansiangan, atau Krayan Selatan, banyak anak yang sulit mengakses sekolah, internet susah masuk, transportasi terbatas, dan itu memengaruhi keinginan mereka untuk sekolah, jadi bukan masalah kualitas, tapi akses dan fasilitas,” katanya.

Iskandar menekankan pentingnya program-program pendidikan yang lebih masif dan menjangkau seluruh wilayah.

“Arahannya adalah memaksimalkan paket A, B, C yang gratis, kenapa anak-anak tidak mau sekolah? Ini yang harus kita dorong melalui program sosial, supaya mereka bisa melanjutkan pendidikan sampai SMA,” jelasnya.

Meskipun IPM masih perlu dorongan, Iskandar optimistis dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, angka kesejahteraan akan terus membaik.

“Kalau pendidikan dan ekonomi bisa kita tingkatkan bersama, IPM Nunukan akan naik, dan kesejahteraan masyarakat semakin merata, tantangan ada, tapi kita bisa atasi dengan langkah-langkah tepat dan data yang akurat,” tutupnya.(*)

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom