Nunukan, SIMP4TIK - Penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni tahun anggaran 2025 di Kabupaten Nunukan yang lolos verifikasi hanya 232 unit.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Bidang Permukiman DPRKPP sebelumnya mengalokasikan bantuan untuk 270 unit rumah sebagai bagian dari implementasi 17 Arah Baru Menuju Perubahan yang dicanangkan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE., dan Wakil Bupati Hermanus, S.Sos.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah dan memastikan bantuan diberikan tepat sasaran.

Kepala Bidang Permukiman DPRKPP Nunukan, Serlim Hernita, ST, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan dengan ketat melalui pengecekan teknis kondisi rumah serta penilaian sosial ekonomi warga.

“Usulan yang masuk masuk memang 270, tapi setelah kita verifikasi, baik kondisi RTLH maupun sosial ekonomi, hanya 232 yang memenuhi syarat sebagai penerima,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Data tersebut juga harus disesuaikan dengan Data Terpadu Sosial Nasional.

“Ada rumah yang ternyata masih layak, ada juga warga yang secara ekonomi termasuk mampu, jadi mereka tidak bisa kita masukkan,” katanya.

Saat ini, progres pengerjaan fisik untuk tahap pertama sudah 100 persen, sementara tahap kedua sudah berjalan di lapangan, meski capaian setiap wilayah berbeda-beda.

Serlim menyebut bahwa di beberapa wilayah seperti Nunukan Selatan dan Sebatik, pembangunan sudah mencapai sekitar lima puluh persen.

Sementara di daerah seperti Krayan dan Kabudaya, pekerjaan masih berada pada tahap mobilisasi material karena akses geografis yang menantang.

“Kondisi setiap wilayah memang tidak sama. Namun kita tetap mengawal agar semua berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Selain memantau progres, pemerintah juga mulai mengevaluasi kecukupan nilai bantuan.

Serlim menegaskan bahwa bantuan Rp25 juta per unit belum sepenuhnya mencukupi bagi wilayah pedalaman yang memiliki biaya logistik tinggi.

“Daerah seperti Krayan dan Kabudaya punya tantangan besar, itu sudah kami sampaikan ke pimpinan, mudah-mudahan tahun depan bisa ada penyesuaian nilai bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap program perbaikan rumah tahun depan dapat lebih responsif terhadap perbedaan kondisi di tiap wilayah, sehingga masyarakat di daerah sulit akses dapat memperoleh bantuan yang lebih sesuai kebutuhan.

“Yang penting bagi kami adalah memastikan warga bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan aman,” tutupnya.

Melalui verifikasi ketat dan pengawasan berkelanjutan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(*)

 

Foto : Serlim

 

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom