Sebatik Utara, SIMP4TIK - Puskesmas sebatik utara mengikuti Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) lintas sektor sebagai forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan. Pertemuan yang berlangsung di kantor desa lapri dihadiri oleh pemerintah desa, petugas puskesmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan sektor terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.
Dalam diskusi yang berlangsung aktif, peserta MMD mengidentifikasi sejumlah isu prioritas, di antaranya pengelolaan sampah yang masih belum optimal, akses dan kualitas layanan kesehatan yang perlu ditingkatkan, serta perlindungan kesehatan bagi masyarakat usia produktif. Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati beberapa rencana tindak lanjut yang realistis dan dapat segera diimplementasikan.
Pada sektor lingkungan, peningkatan pengelolaan sampah menjadi fokus utama. Pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen membangun sistem pengelolaan sampah berbasis desa, dimulai dari edukasi pemilahan sampah rumah tangga, pembentukan kelompok pengelola sampah, hingga penentuan lokasi penampungan sementara. Selain itu, akan dilakukan kegiatan gotong royong rutin serta penyusunan aturan desa terkait pengelolaan sampah untuk memastikan keberlanjutan program.
Di bidang kesehatan, pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan dasar. Puskesmas bersama kader akan mengoptimalkan pelayanan posyandu, kunjungan rumah bagi kelompok risiko tinggi, serta integrasi layanan promotif dan preventif agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah diakses dan menyeluruh.
Sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat pekerja, disepakati pula pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). Pos ini akan difokuskan pada pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, dan pedagang, dengan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan keselamatan kerja, serta deteksi dini penyakit akibat kerja.
Sementara itu, optimalisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan diperkuat melalui pendekatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Melalui PWS, data kepesertaan dan pemanfaatan layanan kesehatan akan dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan kepesertaan aktif, memastikan masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan.
Kepala desa dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan seluruh rencana yang telah disepakati. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
Dengan adanya komitmen bersama yang dituangkan dalam pertemuan MMD ini, Desa Lapri diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, lingkungan yang lebih bersih, serta tingkat kesejahteraan yang semakin meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.(*)
Teks/Foto : Putri Sartika Dewi, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom