DPRD, SIMPATIK – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) Penumpang Udara pada 2026, anggaran ini diperuntukkan bagi rute perintis Nunukan–Long Bawang dan Nunukan–Binuang, untuk meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Krayan.
Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Ir. Arpiah, ST, M.I.Kom, mengatakan program subsidi ini untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan dapat melakukan perjalanan udara dengan biaya terjangkau.
“Dengan adanya subsidi ini, warga Krayan bisa lebih mudah ke Nunukan,” ujar Arpiah Selasa (6/1/26), dikonfirmasi usai Lounching SOA Penumpang Udara 2026 di Bandara Nunukan.
Menurut, SOA Penumpang Udara akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara Nunukan dan kecamatan, termasuk kebutuhan logistik dan kesehatan dapat lebih cepat diakses.
“Kalau dulu butuh waktu berhari-hari, sekarang bisa ditempuh dalam hitungan jam. Ini tentu sangat membantu warga di Krayan,” tambahnya.
Subsidi transportasi udara rute perintis ini juga diharapkan bisa menstimulasi perekonomian lokal, dengan biaya tiket yang lebih ringan, warga akan lebih aktif melakukan aktivitas ekonomi, artinya potensi di Kecamatan Krayan dapat dikembangkan karena aksesnya semakin mudah.
Meski demikian, lanjut Arpiah, perlu perhatian terhadap pengelolaan anggaran agar tepat sasaran, pemerintah daerah, maskapai, dan pihak terkait bekerja sama memastikan subsidi benar-benar sampai ke masyarakat.
“Yang paling penting, jangan sampai ada kendala yang menghambat masyarakat menggunakan fasilitas ini,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, Arpiah menilai program ini juga berperan dalam mendukung pendidikan dan kesehatan, menurutnya, anak-anak sekolah maupun pasien yang membutuhkan rujukan medis kini memiliki akses lebih cepat.
“Ini bukan hanya soal perjalanan, tapi juga soal kualitas hidup warga,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan program ini berjalan tahun 2026 dengan evaluasi berkala, meski ada kemungkinan tantangan di lapangan, semua pihak harus siap bekerja sama untuk memastikan subsidi berjalan lancar.
“Kalau ada hal yang perlu diperbaiki, kita akan evaluasi bersama. Yang penting manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Karena itu, DPRD Nunukan optimistis subsidi ini akan memberikan dampak bagi masyarakat di Krayan, akses transportasi udara yang lebih mudah, diharapkan pergerakan masyarakat meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan.
“kita berharap anggaran yang telah dialokasikan benar-benar bermanfaat, masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal, dan Krayan semakin terhubung dengan Nunukan. Semua ini untuk kesejahteraan warga,” tutupnya.***
Teks/Foto : Taufik, S.KSi, M.IKom (Tim Publikasi SEKRETARIAT DPRD )
Editor : Taufik, S.KSi, M.IKom