Sembakung, SIMP4TIK – Kondisi banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, kini memasuki fase waspada. Berdasarkan pantauan pada patok ukur BPBD Kabupaten Nunukan, tinggi muka air telah menyentuh Level 4. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa luapan air sungai telah merendam pemukiman warga serta berbagai fasilitas vital di wilayah tersebut.

Meskipun curah hujan lokal tidak ekstrem, banjir kali ini dipicu oleh kiriman air dari hulu, tepatnya dari Sungai Pansiangan yang melintasi Kecamatan Lumbis Pansiangan. Volume air yang sangat tinggi dari hulu mengakibatkan kenaikan level air yang sangat signifikan pada aliran utama Sungai Sembakung.

Berdasarkan dokumentasi lapangan, genangan air dilaporkan telah masuk hingga ke lantai ruangan di berbagai objek vital, di antaranya:

Fasilitas Pendidikan : Gedung-gedung sekolah mulai terendam, Kantor Pelayanan, Kantor Kecamatan Sembakung tergenang air dan Keamanan : Markas Koramil Sembakung juga terdampak luapan. Selain itu Rumah Ibadah : Sejumlah tempat ibadah warga mulai dimasuki air.

Kondisi ini praktis mengganggu aktivitas pelayanan publik dan melumpuhkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi situasi darurat ini, pihak terkait telah mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terendam.

"Langkah ini diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga anak didik dari potensi penyakit menular yang sering terbawa air banjir," ujar pihak berwenang dalam keterangannya.

Pemerintah Kecamatan bersama Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) dan instansi terkait tidak tinggal diam. Tim gabungan kini melakukan monitoring selama 24 jam penuh untuk memantau fluktuasi ketinggian air di Sungai Sembakung.

Petugas di lapangan menyatakan kesiapsiagaan penuh untuk melakukan evakuasi mandiri maupun massal bagi warga yang rumahnya sudah tidak layak huni akibat tenggelam total. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan diri ke posko pengungsian jika debit air terus meningkat.(*)

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom