Nunukan, SIMP4TIK - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan mencatat telah melakukan evakuasi ular sebanyak 280 kali sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang hanya mencatat 190 kasus evakuasi ular.

Plt. Kepala Disdamkarmat Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menyampaikan data tersebut kepada awak media pada Selasa (13/1/2026) siang. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kasus evakuasi ular dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan kondisi permukiman warga.

“Selama tahun 2025 terjadi peningkatan evakuasi ular. Berbagai jenis ular kami tangani, mulai dari ular kobra, piton, cincin emas, ular hitam, hingga ular daun,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, ular yang dievakuasi umumnya merupakan hewan melata yang keberadaannya mengganggu atau berpotensi membahayakan warga. Sebagian besar laporan yang diterima Disdamkarmat berkaitan dengan ular yang masuk ke area rumah warga.

“Secara umum ular yang dievakuasi damkar kebanyakan berada atau masuk ke dalam rumah. Kalau ular piton, biasanya memangsa ternak peliharaan seperti ayam,” jelasnya.

Wahyudi mengungkapkan, masuknya ular ke dalam rumah dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya untuk mencari sumber makanan, tempat persembunyian, pengaruh musim hujan, hingga kebutuhan berkembang biak. Saat musim hujan, habitat alami ular menjadi lembab bahkan tergenang air, sehingga memaksa ular mencari tempat yang lebih kering.

“Ular biasanya berada di semak-semak, di dalam tanah, atau di sela-sela batu. Ketika musim hujan datang dan tempat tersebut menjadi basah, ular akan mencari tempat baru yang lebih aman, termasuk ke lingkungan permukiman,” terangnya.

Selain itu, ular dapat masuk ke rumah melalui berbagai celah, seperti pintu, jendela, dinding, bahkan atap rumah. Keberadaan hewan seperti tikus atau sumber makanan lainnya juga dapat mengundang ular masuk ke lingkungan rumah.

Sebagai langkah pencegahan, Wahyudi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, memangkas rumput liar di sekitar rumah, menutup celah-celah bangunan, serta memastikan pintu rumah tertutup rapat terutama pada malam hari.

“Jika masyarakat masih menemukan ular di dalam rumah dan membutuhkan bantuan evakuasi, kami dari Disdamkarmat siap datang membantu,” pungkasnya.(*)

 

Teks/Foto : Paisal (Tim Publikasi DINAS PEMADAM KEBAKARAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom