Nunukan, SIMP4TIK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Jalan Anastawijaya (Sei Jepun), Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, pada Sabtu, 18 April 2026. Peristiwa tersebut berlangsung mulai pukul 17.43 hingga sekitar 20.00 WITA.

Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), titik kebakaran terpantau pada koordinat N 4°3'48.708 dan E 117°43'21.198. Lahan yang terbakar diketahui milik beberapa warga dengan inisial S, H, dan J. Hingga saat ini, luas area terdampak masih dalam proses perhitungan oleh petugas di lapangan.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. BPBD mengerahkan 12 personel, didukung oleh 9 anggota kepolisian, 8 personel TNI AL, 3 personel TNI AD, serta 15 warga setempat yang turut membantu proses pemadaman.

Untuk menunjang operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit mobil tangki suplai Dalkarhutla, satu unit mobil slip on, dua unit motor trail, serta satu unit mesin pompa apung.

Kasubbid Penyelamatan, Hasanuddin, menyampaikan bahwa respons cepat dan sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam pengendalian api. Ia menegaskan bahwa tim di lapangan terus berupaya memastikan api tidak meluas ke area lain yang berpotensi terdampak.

“Koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik. Kami bergerak cepat untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah penyebaran api ke wilayah yang lebih luas. Saat ini kondisi sudah mulai terkendali, namun petugas tetap melakukan pemantauan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu kebakaran.

Hingga laporan ini disampaikan, proses pendinginan masih dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Situasi secara umum berangsur kondusif. (*)

Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )

Editor : BD Novelinna