Sembakung, SIMP4TIK - Bertempat di KSB Atap Kecamatan Sembakung tepatnya pukul 09.15 wite, status tanggap darurat bencana banjir yang melanda Wilayah Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai, ditutup oleh Camat Sembakung Agus Arif Darmawan, S.IP, yang dihadiri oleh Forkopimcam Sembakung, BPBD kabupaten Nunukan, KSB, Tagana, Destana, Pol PP, serta Relawan, Rabu (21/1/2026).

Dalam sambutannya Camat sembakung menyampaikan bahwa banjir pada awal Tahun 2026 ini merupakan banjir pertama di Tahun ini, yang berdampak pada 4.461 jiwa, 1,020 Rumah dan 1.428 KK yang tenggelam .

Adapaun desa - desa yang tergenang pada awal Tahun 2026 ini adalah, Desa Atap daerah Tembelunuk, Manuk Bungkul, Desa Tujung, Desa Tagul Dan Desa Lubakan.

Tercatat Desa yang termasuk parah, dalam artian cukup lama tergenang adalah daerah Tembelunuk, Tagul, dan Manuk bungkul, dari 5 sampai 10 hari air menggenangi permukiman desa desa tersebut.

Kabid  Pencegahan dan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Kabupaten Nunukan Yunus Randa L, SE dalam hal ini mewakili Kalak BPBD Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak (Forkopimcam, Ketua KSB beserta anggota, Tagana, Satpol PP, Destana, Relawan, Serta semua yang sudah ikut dalam Proses mulai dari Pendataan, Penyimpanan, serta Pendistribusisn Logistik Bantuan Banjir, yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi, dan Pihak Ketiga yaitu PT. AHL (Adindo Hutani Lestari) serta dan PT. CIS, diwilayah Kerja Kecamatan Sembakung.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap bantuan yang diberikan ini dapat menyentuh bagi masyarakat Kecamatan Sembakung, Kecamatan Sembakung Atulai, dan merupakan bentuk kepedulian Bupati Nunukan terhadap warga korban bencana banjir di wilayah Kabupaten Nunukan.

Dengan ditutupnya acara ini maka berakhirlah status tanggap darurat di Wilayah Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai.(*)

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom