Sebatik, SIMP4TIK - Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan mutu komoditas kakao di wilayah perbatasan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, digelar Pelatihan Instalasi dan Pengoperasian Mesin Pengolah Biji Kakao di Unit Pengolahan Hasil (UPH) milik GAPOKTAN Maspul Jaya, Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (25/2/2026).

Pelatihan tersebut diikuti anggota GAPOKTAN Maspul Jaya serta sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Nunukan. Untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal, pemerintah daerah menghadirkan fasilitator dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Jember, Jawa Timur.

Materi pelatihan mencakup seluruh tahapan pengolahan biji kakao. Peserta dilatih melakukan proses penyangraian (roasting) biji kakao kering menggunakan mesin sangrai, pemecahan dan pemisahan biji menggunakan mesin cracker dan winnower untuk memisahkan nib (inti biji) dari kulit ari, hingga pengolahan lanjutan menggunakan mesin pembuat pasta (ball mill/refiner) dan mesin press lemak kakao (cocoa pressing machine) untuk menghasilkan bubuk cokelat.

Kepala Bidang Infrastruktur Pangan Sarana dan Prasarana Pertanian, Sambiyo, SP, M.AP, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar GAPOKTAN Maspul Jaya yang telah menerima bantuan UPH kakao mampu mengoperasikan mesin secara mandiri.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap GAPOKTAN tidak lagi hanya memasarkan kakao dalam bentuk biji, tetapi sudah dapat menghasilkan dan memasarkan produk olahan. Ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk kakao,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta dari kalangan UKM binaan DKUKMPP Kabupaten Nunukan nantinya akan menyerap hasil olahan kakao dari GAPOKTAN Maspul Jaya untuk diproduksi kembali menjadi berbagai makanan berbahan dasar kakao atau cokelat.

Menurut Sambiyo, antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Mereka berharap keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan pendapatan dari usaha komoditas kakao, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan anggota dan membuka lapangan kerja baru di daerah perbatasan.

Teks/Foto : MUTIAH (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom