Sembakung, SIMP4TIK – Penanganan bencana banjir di Kabupaten Nunukan memasuki hari kedua status tanggap darurat pada Kamis (9/1/2026). Meski cuaca di wilayah Kecamatan Sembakung terpantau cerah pada sore hari, pemerintah daerah masih memberlakukan status darurat mengingat dampak kerusakan yang masih signifikan di lapangan.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sembakung tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah. Sebanyak 1.020 unit rumah terendam banjir, yang mencakup 1.428 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 4.461 jiwa. Banjir juga melumpuhkan akses ke fasilitas pemerintahan, sekolah, pusat kesehatan, hingga rumah ibadah.
Situasi di dua kecamatan terdampak menunjukkan tren positif pada Kamis sore:
Kecamatan Sembakung tersisa 26 rumah yang masih tergenang air. Kecamatan Sembakung Atulai seluruh rumah (179 unit) dilaporkan sudah tidak lagi terendam banjir.
Ketinggian muka air Sungai Sembakung juga terus menurun. Hasil pemantauan pukul 13.30 WITA menunjukkan angka 4,01 meter, dan menyusut menjadi 3,92 meter pada pukul 17.30 WITA. Sementara itu, aliran Sungai Mansalong dan Sungai Sebuku dilaporkan dalam kondisi normal.
Kendati debit air menurun, masyarakat diminta tidak lengah. BMKG masih mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah tersebut.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap dampak lanjutan banjir serta potensi tanah longsor, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan pesisir sungai," tulis laporan resmi BPBD Nunukan.
Hingga hari ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI (Koramil), Polri (Polsek), Damkar, Tagana, Destana, dan relawan terus bergerak melakukan langkah-halah darurat:
Logistik : Penyaluran bantuan bahan pokok telah didistribusikan ke titik krusial, termasuk RT 06 dan RT 07 Desa Atap.
Pembersihan : Petugas mulai melakukan sterilisasi dan pembersihan material lumpur di fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang sudah surut.
Posko : Aktivitas di Posko Tanggap Darurat terus dimaksimalkan untuk pemutakhiran data penduduk terdampak secara real-time.
Untuk agenda esok hari, tim dijadwalkan kembali melakukan monitoring rutin terhadap muka air sungai serta melanjutkan aksi pembersihan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.(*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom