NUNUKAN, SIMP4TIK – Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Nunukan menggelar rapat program kerja tahun 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Selasa (13/01/2026). Rapat ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kegiatan tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas PAUD, khususnya di wilayah perbatasan.
Rapat yang dihadiri pengurus Pokja PAUD, perwakilan Dinas Pendidikan, serta Bunda PAUD Kabupaten Nunukan tersebut diawali dengan pemaparan evaluasi kegiatan tahun 2025 oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Marlia. Ia menyampaikan sejumlah capaian yang dinilai positif, di antaranya pelaksanaan kegiatan parenting di Aula Kantor Camat Nunukan dan Tulin Onsoi yang mendapat respons baik dari masyarakat.
Selain itu, sosialisasi pentingnya anak mengikuti PAUD sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) juga telah dilaksanakan. Bahkan, muncul wacana penerapan sertifikat PAUD/TK sebagai salah satu syarat masuk SD. “Ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan anak usia dini,” ujar Marlia.
Prestasi lain yang dicatat adalah raihan peringkat ke-44 dari 206 kabupaten dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional. Meski demikian, Marlia juga menyampaikan beberapa catatan, seperti silaturahmi dengan Kementerian Pendidikan yang sempat dilakukan namun bertepatan dengan jadwal lomba apresiasi, serta pengunduran diri Bendahara Pokja PAUD karena kondisi kesehatan.
Dalam sesi pembahasan tantangan, Ketua Pokja PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Samsidar, menyoroti masih adanya lembaga PAUD yang belum resmi. Ia menegaskan pentingnya sosialisasi tata cara pendaftaran lembaga agar memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Legalitas lembaga menjadi kunci agar PAUD dapat memperoleh pembinaan dan bantuan secara optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan PAUD. Ia menyampaikan bahwa program prioritas dari pemerintah pusat harus menjadi acuan utama dalam penyusunan program di daerah. “PAUD adalah fondasi masa depan. Kita harus serius dan terarah dalam menyusunnya,” katanya.
Rapat kerja juga menetapkan sejumlah agenda prioritas tahun 2026, di antaranya penguatan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan anak PAUD, program wajib belajar satu tahun, penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan PAUD holistik integratif melalui kerja sama lintas sektor. Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana PAUD menjadi perhatian utama.
Pokja PAUD juga merencanakan pelaksanaan Apresiasi Bunda PAUD secara berjenjang hingga tingkat kecamatan dan desa pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) 2026. Ajang ini akan memberikan penghargaan bagi juara satu hingga tiga, serta kategori favorit.
Wakil Sekretaris Pokja PAUD, Tuti Umboro, menambahkan bahwa angka partisipasi sekolah anak usia dini di Nunukan masih tergolong rendah. Ia juga menyoroti keterbatasan sarana prasarana serta perlunya peningkatan kompetensi guru PAUD. Untuk itu, ia mendorong adanya lomba inovasi guru PAUD dan penyusunan grand design PAUD Kabupaten Nunukan sebagai arah pembangunan jangka panjang.
Rapat kerja Pokja PAUD Kabupaten Nunukan ini menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan PAUD yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat dan semangat kolaborasi di daerah, pendidikan anak usia dini di wilayah perbatasan diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Nunukan yang unggul di masa depan.
Teks/Foto : Asa Zumara, SS, M.IKom (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )